Minggu, 06 Oktober 2013

Besi Beton dan Besi Siku

 BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang
Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi yang didapat dari kerak bumi.. Besi jarang dijumpai dalam keadaan bebas karena besi memiliki unsur anorganik yang akan direduksi dalam proses tanur tinggi dengan menambahkan kapur sebagai zat pengikat. Besi berwarna putih keperakan dan bersifat liat sehingga dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan manusia.
Besi sering dibutuhkan dalam berbagai macam pembangunan. Di Indonesia, besi digunakan untuk bahan dasar pembangunan rumah, gedung dan fasilitas umum lainnya. Sehingga besi merupakan salah satu kajian dalam mata kuliah Teknologi Bahan dan Konstruksi.
Diharapkan dari penulisan laporan penelitian survey yang dilaksanakan di daerah Jrakah, Kota Semarang dapat diketahui lebih banyak mengenai sifat, proses pengolahan, manfaat dan fungsi besi yang berhubungan dengan konstruksi bangunan.
1.2        Tujuan Penulisan
1.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Bahan Konstruksi.
2.      Untuk mengetahui proses pembuatan besi ulir dan besi beton dari limbah besi yang digunakan sebagai bahan bangunan

1.3               Pembatasan Masalah
Laporan ini membahas proses pembuatan besi ulir dan besi siku yang dilakukan di daerah Jrakah, Kota Semarang dan membahas mengenai besi dalam fungsinya sebagai salah satu bahan bangunan yang sering digunakan.



1.4               Sistematika Penulisan
Dalam pembuatan laporan ini, penulis memakai beberapa metode penulisan, antara lain :
  1. Metode Survei Lapangan
Dalam hal ini, penulis langsung terjun ke lokasi untuk dapat melihat langsung segala proses yang berhubungan dengan bahan penulisan.
  1. Metode Interview
Pada metode ini, penulis mengadakan tanya jawab dan wawancara langsung dengan narasumber yang lebih banyak mengetahui tentang bahan penulisan dalam hal ini.
  1. Metode Referensi
Dalam hal ini, penulis mencari referensi seperti dari buku, media massa, atau internet.


BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI SURVEI

              Lokasi pengolahan limbah besi yang kami kunjungi berada di daerah Jrakah, Kota Semarang tepatnya di PT. INTI GENERAL YAJA STEEL. Jl. Raya Jrakah Km. 8, Tugu, Semarang. Lokasi survei yang penulis kunjungi dapat digolongkan sebagai industri skala menengah.
              PT. INTI GENERAL YAJA STEEL didirikan pada tanggal 6 Agustus 1975 dengan hasil produksi pertamanya 73 potong besi. Namun kini dengan alat dan mesin-mesin import seperti dari Taiwan dan China, produksi besi pun lebih meningkat mencapai 30 Ton atau 5 kali tuang limbah besi yaitu sekitar 40-50 truk tiap harinya.


Gambar 2.1 PT. INTI GENERAL YAJA STEEL






BAB III
TINJAUAN PUSTAKA

            Besi merupakan logam yang paling banyak terdapat dialam. Besi juga diketahui sebagai unsur yang paling banyak membentuk bumi, yaitu kira-kira 4,7 - 5 % pada kerak bumi. Besi adalah logam yang dihasilkan dari bijih besi dan jarang dijumpai dalam keadaan bebas, kebanyakan besi terdapat dalam batuan dan tanah sebagai oksida besi, seperti oksida besi magnetit ( Fe3O4) mengandung besi 65 %, hematite ( Fe2O3 ) mengandung 60 – 75 % besi, limonet ( Fe2O3 . H2O ) mengandung besi 20 % dan siderit (Fe2CO3). Dalam kehidupan, besi merupakan logam paling biasa digunakan dari pada logam-logam yang lain. Hal ini disebabkan karena harga yang murah dan kekuatannya yang baik sreta penggunaannya yang luas.
3.1. SIFAT BAHAN
3.1.1. Sifat Fisika 
1.        Pada suhu kamar berwujud padat, mengkilap dan berwarna keabuabuan.
2.        Merupakan logam feromagnetik karena memiliki empat electron tidak berpasangan pada orbital d.
3.        Penghantar panas yang baik.
4.        Kation logam besi Fe berwarna hijau (Fe2+) dan jingga (Fe3+). Hal ini disebabkan oleh adanya elektron tidak berpasangan dan tingkat energi orbital tidak berbeda jauh. Akibatnya, elektron mudah tereksitasi ke tingkat energi lebih tinggi menimbulkan warna tertentu. Jika senyawa transisi baik padat maupun larutannya tersinari cahaya maka senyawa transisi akan menyerap cahaya pada frekuensi tertentu, sedangkan frekuensi lainnya diteruskan. Cahaya yang diserap akan mengeksitasi elektron ke tingkat energi lebih tinggi dan cahaya yang diteruskan menunjukkan warna senyawa transisi pada keadaan tereksitasi.
5.        Sifat – sifat besi yang lain:
titik didih
3134 K
titik lebur
1811 K
massa atom
55,845(2) g/mol
konfigurasi electron
[Ar] 3d6 4s2
massa jenis fase padat
7,86 g/cm³
massa jenis fase cair pada titik lebur
6,98 g/cm³
kalor peleburan
13,81 kJ/mol
kalor penguapan
340 kJ/mol
Elektronegativitas
1,83 (skala Pauling)
jari-jari atom
140 pm
      3.1.2. Sifat Kimia 
1.             Unsur besi bersifat elektropositif (mudah melepaskan elektron) sehingga bilangan oksidasinya bertanda positif
2.             Fe dapat memiliki biloks 2, 3, 4, dan 6. Hal ini disebabkan karena perbedaan energy elektron pada subkulit 4s dan 3d cukup kecil, sehingga elektron pada subkulit 3d juga terlepas ketika terjadi ionisasi selain electron pada subkulit 4s.
3.             Logam murni besi sangat reaktif secara kimiawi dan mudah terkorosi, khususnya di udara yang lembab atau ketika terdapat peningkatan suhu.
4.             Memiliki bentuk allotroik ferit, yakni alfa, beta, gamma dan omega dengan suhu transisi 700, 928, dan 1530oC. Bentuk alfa bersifat magnetik, tapi ketika berubah menjadi beta, sifat magnetnya menghilang meski pola geometris molekul tidak berubah.
5.             Mudah bereaksi dengan unsur-unsur non logam seperti halogen, sulfur, pospor, boron, karbon dan silikon.
6.             Larut dalam asam- asam mineral encer.
7.             Oksidanya bersifat amfoter.




3.2. BESI BETON DAN BESI SIKU
3.2.1. Besi Beton
Besi beton merupakan besi yang digunakan untuk penulangan konstruksi beton atau yang lebih dikenal sebagai beton bertulang. Secara umum besi beton mengacu pada dua bentuk yaitu besi polos (plain bar) dan besi ulir (deformed bar/BJTD).

·         Besi polos adalah besi yang memiliki penampang bundar dengan permukaan licin atau tidak bersirip. Besi ulir atau besi tulangan beton sirip adalah batang besi dengan bentuk permukaan khusus berbentuk sirip melintang (puntir/sirip ikan) atau rusuk memanjang (sirip teratur/bambu) dengan pola tertentu, atau batang tulangan yang dipilin pada proses produksinya.
Di Indonesia sendiri, besi beton lebih sering digunakan untuk pembangunan gedung, karena bahan ini lebih mudah didapat sehingga dirasakan lebih ekonomis dibanding konstruksi lainnya. Besi beton atau beton bertulang boleh jadi merupakan bahan konstruksi yang paling penting karena digunakan dalam berbagai bentuk untuk hampir semua struktur baik besar maupun kecil seperti bangunan, jembatan, perkerasan jalan, bendungan, dinding pebahan tanah, terowongan, jembatan yang melintasi lembah (viaduct), drainase, fasilitas irigasi, tangki dan sebagainya. Khusus untuk bangunan gedung bertingkat tinggi, besi beton digunakan untuk struktur kolom, balok, dinding, plat, besi poer dan sloof.


Gambar 3.1 Besi Beton Polos

·         Besi ulir, yang diberi ulir melalui proses rol pada permukaannya (polanya berbeda tergantung dari pabrik pembuatnya) untuk mendapatkan ikatan (bonding) yang lebih baik antara tulangan dan beton yang digunakan pada hampir semua aplikasi dibandingkan dengan tulangan polos dengan luas penampang sama. Bentuk ulir berupa sirip meningkatkan daya lekat guna menahan gerakan dari batang secara relatif terhadap beton.
Besi polos jarang digunakan kecuali untuk membungkus tulangan longitudinal (sengkang atau spiral) yang diberi kait pada ujungnya, terutama pada kolom.
Gambar 3.2 Besi Ulir
3.2.2. Besi Siku
Besi siku sebenarnya adalah besi plat yang bentuknya siku atau memiliki sudut 90 derajat. Panjang besi siku ini biasanya adalah 6 meter. Biasanya, besi siku digunakan untuk membuat rak besi, tower air, dan konstruksi besi lainnya. Besi siku juga memiliki ukuran lebar dan ketebalan yang berbeda – beda sehingga konsumen bisa memilih besi sesuai dengan kebutuhan.
Besi siku biasanya digunakan untuk pembuatan rak maupun konstruksi besi lainnya. Jenis besi ini banyak digunakan karena profilnya yang kokoh dan tahan lama sehingga cocok untuk keperluan konstruksi jangka panjang karena bisa bertahan hingga bertahun – tahun.
Saat ini penggunaan besi siku juga mulai banyak digunakan untuk canopy perumahan karena sifatnya yang kokoh dan tahan lama. Sebenarnya besi siku memang sangat cocok untuk digunakan dalam struktur teknik dan pemakaian standar secara umum. Sama seperti besi – besi lainnya, besi siku juga memiliki kemampuan yang terbatas untuk menahan beban sehingga besi siku kurang cocok untuk digunakan dalam konstruksi – konstruksi besi yang terlalu berat. Ukuran besi siku yang bermacam – macam juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan para konsumen. Walapun ukurannya bermacam – macam, biasanya panjangnya sama yaitu 6 meter. Besi siku yang paling kecil adalah ukuran 20 mm x 20 mm dengan ketebalan 3 mm.


Gambar 3.3 Besi Siku


BAB IV
PROSES PEMBUATAN BESI BETON DAN BESI SIKU
di PT. INTI GENERAL YAJA STEEL

Pembuatan besi dilaksanakan dalam beberapa proses, yaitu :
1.      Bahan baku pembuatan besi berupa limbah besi (scraps). Limbah Besi (scraps) diperoleh dari besi – besi yang sudah tidak di manfaatkan masyarakat, seperti kaleng bekas, kendaraan yang sudah tidak digunakan, dan barang barang lain yang mengandung besi. Limbah besi (scraps) juga diperoleh dengan cara mengimpor dari mancanegara.Hal ini dikarenakan bahan baku yang sukar diperoleh dan kurang modal.

Gambar 4.1 Tempat penampungan limbah besi (scraps)

2.      Limbah besi (scraps) dimasukan ke dalam mesin pengepress untuk dibentuk menjadi balok-balok agar mempermudah proses pengangkatan.


                                   Gambar 4.2 Scraps yang telah dipadatkan (di press )


3.      Sebelum dimasukkan ke dalam tanur tinggi besi-besi yang sudah di press dimasukkan ke dalam kuali-kuali besar

                                    Gambar 4.3 Scraps di masukan ke dalam Kuali-kuali besar

4.      Scraps dilebur di dapur peleburan mempergunakan tenaga listrik (gambar 4.4). saat proses peleburan, laboratorium melakukan pengecekan kadar unsur-unsur kimia agar sesuai dengan  kadar yang telah ditentukan (gambar 4.5).

Gambar 4.4 Mesin Tanur Tinggi

Gambar 4.5 Pengecekan kadar unsur Kimia dalam Scraps yang telah dileburkan

5.      Selanjutnya kokas dan bahan tambahan lainnya (gambar 4.6) dimasukkan ke dalam tanur tinggi lewat mesin (gambar 4.7) yang tersambung dengan lobang utama yang terletak di puncak.



Gambar 4.6 kokas dan bahan tambahan lainnya berupa Ferro Manganese (FeMn) dan Ferro Silicon (FeSi).


Gambar 4.7 mesin tempat memasukan bahan tambahan







6.      Cairan baja hasil peleburan dicetak di mesin CCM (Continuous Casting Machine) (gambar 4.8) menjadi Billet (Batangan Baja) (gambar 4.9). kemudian billet dipotong sesuai dengan ukuran yang dikehendaki ( gambar 4.10)


Gambar 4.8 Mesin CCM (Continuous Casting Machine)

Gambar 4.9 Billet ( Batangan Baja)

Gambar 4.10 Billet yang sedang dipotong




7.      Billet ditransfer ke Reheating Furnance (gambar 4.11)  melalui Hot Charge (gambar 4.12). Billet dipanaskan sampai 1150o-1200o.

Gambar 4.11 Mesin Reheating Furnance
Gambar 4.12 Hot Charge

8.      Billet panas digilas di Roughing Mill (Gambar 4.13).

 
Gambar 4.13 Roughing mill




9.      Billet digilas lagi di Intermediate Mill (gambar 4.14)
Gambar 4.14 Intermediate Mill

10.  Proses terakhir penggilasan billet menjadi besi ulir, polos, dan siku di Finishing Mill (gambar 4.15).

Gambar 4.15 Finishing Mill

11.  a.Besi ulir, b. Besi polos, dan c. Besi siku di pack dan siap memasuki pasar.
                            a.                                            
  b.
                                                    c.
Gambar 4.16 a.) Besi siku, b.) Besi Ulir, c.) Besi Polos, yang siap dipasarkan
BAB V
PENUTUP

            Dari penelitian pembuatan besi beton dan besi siku yang penulis lakukan di PT. INTI GENERAL YAJA STEEL dapat diambil beberapa kendala, kesimpulan dan saran, antara lain :
5.1             Kendala
      Kendala yang dialami oleh PT. INTI GENERAL YAJA STEEL yaitu bahan dasar pembuatan besi didapat dari limbah besi, sehingga lebih banyak unsur – unsur lain yang terkandung dan tidak semuanya tereduksi. Akibatnya produksi besi yang dihasilkan tidak sebaik besi yang bahan bakunya dari bijih besi.
5.2             Kesimpulan
1.                   Besi dapat diolah lebih lanjut menjadi suatu alat yang mempunyai kegunaan dan bentuk yang berbeda untuk memenuhi perkembangan konstruksi di masa kini
2.                   PT INTI GENERAL YAJA STEEL merupakan salah satu perusahaan pengolah besi yang memanfaatkan limbah besi sebagai bahan utama pembuatan besi beton dan besi siku
3.                   Dengan adanya pembuatan besi di PT.INTI GENERAL YAJA STEEL, besi lebih mudah didapat sehingga dirasakan lebih ekonomis daripada besi dari luar negri.
5.3             Saran
1.                   Sebaiknya PT. INTI GENERAL YAJA STEEL menggunakan bahan baku dari bijih besi, supaya besi yang dihasilkan mempunyai kualitas lebih baik daripada besi dari bahan baku limbah besi
2.                   Proses pembuatan besi disarankan memakai teknologi yang lebih maju, supaya proses produksi lebih efektif dan lebih banyak menghasilkan produk

  
DAFTAR PUSTAKA

2.                  http://id.wikipedia.org/wiki/Besi
3.                  http://temonsoejadi.com/2011/12/08/sifat-mekanik-logam/
4.                  Suseno Hendro, “Buku Bahan Bangunan Untuk Teknik Sipil ”. Malang.1990




Tidak ada komentar:

Posting Komentar